Wednesday, 28 March 2012 09:21

Alsultan on Radio

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Pada tanggal 16 Juli 2011 yang lalu, Alsultan diundang  oleh radio SMART FM Semarang, sebagai pembicara dalam program live event di program tentang Gaya Hidup Smart Life Style.  Dalam kesempatan tersebut, dibahas tentang banyak hal seputar produk dari Alsultan.

                Kenapa orang menghindari MSG dan beralih ke produk-produk yang tidak mengandung MSG, seperti produk - produk yang ditawarkan oleh Alsultan. Pertanyaan seperti itu sering muncul di masyarakat, Bu Aat sebagai perwakilan dari Alsultan menjelaskan," Bahwa di alam, bahkan dalam tubuh kita sebenarnya sudah mengandung MSG walau dalam jumlah yang kecil. Kemudian dalam sejarahnya, ditemukanlah suatu rasa baru utk gurih yang disebut umami. Nah inilah yang disebut vetsin yang diproduksi secara pabrikan."

"Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan itu tdk baik, disamping itu ada pula orang - orang yang tidak bisa mengkonsumsi MSG. Mereka menjadi pusing, dll. Oleh karena itu, kami memberikan alternatif dari bumbu supaya masakan bisa lezat tapi tidak menggunakan vetsin tersebut. " lanjut beliau.

                Varian dari produk Alsultan cukup beragam, yaitu kaldu non MSG yang tersedia dalam dua rasa, kaldu ayam dan sapi; bumbu dapur yang berbentuk powder dan pure dari bahan bakunya (lada putih, lada hitam, kunyit,ketumbar, cabe merah, bawang putih, bawang bombay, jintan dan kayu manis); pengempuk daging tanpa MSG dari ekstrak getah pepaya; teh hijau; kopi dan selai. Semua bahan baku yang digunakan berasal dari bahan lokal kecuali untuk ekstrak lemaknya, diimport dari Australia. Penggunaan pengawetnya pun alami yaitu hanya dari garam dan gula. Pada prinsipnya, Alsultan berusaha untuk menyediakan bumbu-bumbu  yang sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

                Produk Alsultan diproduksi dalam 2 kemasan yang praktis dan berbentuk bubuk/powder, yaitu dalam botol netto 80 g untuk rumah tangga dan kemasan alufoil netto 1 kg untuk industri, catering, maupun restoran . Untuk kaldu Alsultan, semua bumbu-bumbu rempahnya dikeringkan menjadi bubuk/powder yang ditambahkan dengan ekstrak lemak daging ayam/sapi. 

                Veronica Raharja, penyiar dari radio SMART FM Semarang menanyakan, "Bagaimana membedakan gurih MSG dengan yang tanpa MSG?" Narasumber dari Alsultan, Bu Aat mengatakan bahwa orang yang biasa menggunakan MSG, rasanya akan terasa cemplang apabila tidak menggunakan MSG. Sedangkan orang-orang  yang sensitif dengan MSG biasanya akan terasa haus ditenggorakan,  pusing, atau gatal ditenggorokan mirip seperti alergi. Produk tanpa MSG, dari segi rasa akan tidak segurih makanan yang menggandung  vetsin."

                Perbincangan berlanjut tentang bagaimana fungsi produk Alsultan tanpa MSG untuk kesehatan tubuh selain untuk cita rasa? "Fungsi utama produk Alsultan sebenarnya adalah membuat masakan lebih sehat tapi lezat, terutama untuk beberapa orang yang tidak bisa mengkonsumsi MSG, penderita jantung, darah tinggi atau penderita autis. Yang memang tidak diperbolehkan mengkonsumsi  MSG.  Jadi Alsultan memberikan pilihan alternatif lain. Sedangkan dari faktor kandungan gizinya, dalam proses pengeringan memang akan berkurang kalau dibandingkan dengan yang fresh, namun dalam sisi kepraktisannya produk Alsultan sangat praktis." kata beliau. "Produk Alsultan ini tidak perlu lagi diragukan untuk dikonsumsi, termasuk untuk orang-orang yang mempunyai penyakit tertentu, mulai dari anak-anak hingga lansia. Hal ini dibuktikan dari beberapa testimoni  orang - orang yang sudah menggunakan produk ini dan juga dari agen-agen Alsultan."

                Dalam perbincangan tersebut dibahas pula tentang cara penyajiannya dalam masakan, penggunaan berlebih dari kaldu non MSG Alsultan yang hanya akan mempengaruhi cita rasa saja, dan cara penyimpanannya yang baik setelah segel dibuka.

                Ada beberapa pertanyaan juga dari pendengar radio SMART FM Semarang melalui sms, salah satunya tentang penggunaan kaldu non MSG untuk bayi. " Penggunaan kaldu non MSG utk bayi, sebaiknya menunggu si bayi sudah mulai makan-makanan padat, yaitu sekitar usia 1 tahun dan tidak ada riwayat alergi. Namun ada baiknya, bayi diperkenalkan dengan yang fresh-fresh ya." ujar bu Aat. Para pendengar radio SMART FM Semarang yang dibacakan smsnya, akan mendapatkan hampers menarik dari Alsultan.

                Sebelum perbincangan ditutup, bu Aat bercerita sedikit tentang awal perjalananan produk Alsultan dipasarkan hingga sekarang. Perusahaan yang berbendera CV. Alsultan International adalah perusahaan lokal yang masih berskala kecil (UKM) didirikan pd akhir 2008, karena ada relasi di Australia dan ada permintaan juga dari sana, maka pada awal 2009 diproduksilah produk Alsultan untuk kaum muslim di Australia, tujuannya adalah memberikan produk yang halal di sana. Setelah ekspor tersebut berjalan, pada pertengahan 2009 mulai dipasarkan juga di Indonesia. Produk Alsultan sekarang dapat ditemui di papaya Surabaya, belmart yang tersebar sejabodetabek ada kurang lebih 42 stores, green gallery plaza ambarukmo di Yogyakarta, beberapa mini market di Padang, dan lain-lain di seluruh Indonesia serta melalui agen-agen Alsultan. Untuk harga, sangat reasonable dan kompetitif dibandingkan dengan produk-produk serupa yang ada di pasaran, dimana pada umumnya adalah produk import.

Read 488 times Last modified on Monday, 18 April 2016 09:26

Testimoni

Mereka bicara tentang Produk Alsultan